Love & Attachment

Love and attachment. Asingkah kalian dengan dua kata barusan? Memang terdengar seperti dua hal yang berbeda, namun sebenarnya hidup berdampingan. Lantas apa arti dan hubungannya kedua rangkaian kata tadi?


‘Love’ atau yang akrab kita sebut dengan cinta, adalah sebuah perasaan sayang, peduli, saling menghargai satu sama lain, dan semua perasaan tadi dirasakan secara tulus tanpa paksaan. Masih banyak penjelasan mengenai cinta, jikalau saja jemari dan tubuh ini mampu menorehkannya semuanya, semalampun kurasa takkan cukup.
Begitu kira-kira singkatnya tentang cinta.

Lalu, selanjutnya ‘Attachment’ sendiri menurut bahasa secara literal adalah lampiran. Namun bukan ‘Attachment’ seperti itu yang akan kita bahas di sini. ‘Attachment’ yang kita akan bahas memiliki arti ketergantungan atau bergantung.
Semakin dalam, semakin membingungkan. Apa hubungannya antara ‘Cinta’ dan ‘Bergantung’ ini?

Bahasan kita kali ini adalah mengenai hubungan perasaan antar lawan jenis, atau… baiklah, kita sebut hubungan percintaan.
Banyak di antara kita tidak mengetahui betul seperti apa perbedaan hubungan percintaan yang sehat dan seperti apa yang tidak. Tentunya jelas sekali karena kita tidak pernah mendapatkan pelajaran mengenai percintaan di sekolah atau di manapun, dan hal ini membuat kita semua, buta cinta.

Mungkin di sini aku akan sedikit bercerita tentang pengalaman pribadiku yang membawaku menulis artikel mengenai ‘Love & Attachment’ ini. Yup, aku pernah ada di dilema antara “Apakah benar yang kurasakan ini cinta? Ataukah hanya sekedar berketergantungan terhadap kehadirannya dan kebiasaan yang biasa kita lakukan?”

Aku pernah berada di suatu hubungan percintaan yang cukup rumit. Awalnya hubungan kami berjalan dengan lancar seperti hubungan percintaan pada umumnya. Namun, seiring hari kian hari berlalu, aku merasakan bahwa hubungan yang kami jalankan sudah tidak seperti yang dulu terasa.
Dia mulai mengekangku, mulai cemburu terhadap hal-hal kecil hingga besar, bahkan mulai mengucilkan diriku. Aku sendiripun tidak tahu apa tujuannya ‘Cinta’ berbuat semua hal konyol tadi. Dan bodohnya, aku tetap bertahan.

Di awali dari cemburu kecil terhadap lawan jenis yang berkomunikasi denganku, yang kuanggap masih dalam batas wajar. Namanya juga cinta monyet. Lama kelamaan, mulai melarangku pula bermain dengan teman-teman perempuanku.
Aku sempat marah dan mengutarakan perasaan ketidaksukaanku terhadap sikap larangan yang berlebihan tersebut. Namun, seperti yang kuduga, argumen tersebut berakhir pada pertengkaran hebat yang berujung kata ‘putus’.

Hari demi hari berlalu dengan status ‘putus’ tadi, aku pikir sudahlah mungkin memang belum cocok. Tiba-tiba, dia datang kembali dengan semua ucap manisnya dan sepercik kata ‘maaf’. Luluh, lalu kembali. Begitu kira-kira caraku mendeskripsikan lugunya aku pada waktu itu.

Salah diriku mengira bahwa dia telah berubah. Justru sikapnya semakin menjadi-jadi. Kekangan semakin parah dan kali ini disertai ucapan-ucapan kasar seperti ‘Dasar murahan’, ‘Jangan kaya jablay deh’, ‘Lo harusnya bersyukur gue masih mau sama lo’. Singkat dan pedihnya seperti itu.
Hari demi hari ucapan kasar nan merendahkan terucap. Manusia dan hebatnya kerja otak mendoktrinku pikiranku bahwa aku adalah seperti apa yang terucap dari mulutnya hari kian hari, aku sampah.
Aku bukan apa-apa.
Hanya dia yang sayang dan mengerti aku.
Aku gak bisa kehilangan dia.
Aku sampah.

Berbulan-bulan bertahan, ingin pergi tapi hati dan logika tak pernah sejalan. Di saat logika sudah meronta-ronta mempertanyakan di mana harga diriku, di satu sisi, hatipun tak kalah suaranya menyaut logika bahwa aku sayang dan tak bisa kehilangan dia.

Aku yakin kalian mempertanyakan apalagi sih yang tertanam di benak dan hatiku sampai enggan pergi dari hubungan seperti itu. Tidak, teman, tidak semudah itu pergi dari hubungan percintaan yang tidak sehat.
Jangan bilang aku belum mencoba untuk pergi! Sudah berkali-kali diriku pergi dan berkali-kali pula diriku memutuskan untuk kembali karena tak bisa sendiri dan tak kuasa menahan pikiran tak bisa jauh darinya.

Berbulan-bulan berjuang, hingga rutin diri ini menemui psikolog yang kian selalu menjadi tempat bersandar atas rasa sakit pada masa itu. Beliau mengatakan sesuatu yang akhirnya membuatku memberanikan diri untuk pergi. Love & Attachment. Ia meyakinkanku untuk mengetahui perbedaannya. Apakah hubunganku ini suatu hubungan percintaan? Atau justru hubungan ketergantungan?

Setelah lama berfikir dan merenung, suatu waktu akhirnya aku berhasil pergi dari hubungan tersebut. Hubunganku ini bukan ‘Cinta’ melainkan hanya hubungan ‘Ketergantungan’. Tergantung akan kehadirannya, tergantung akan kebiasaan sehari-hari dengannya, tergantung akan merasa disakiti, tergantung akan kata maaf manisnya ketika sehabis berbuat salah, tergantung akan bagaimana hebatnya dia bisa membuat kita merasa dilindungi padahal dikekang.

Tapi yasudah, semua sudah berlalu. Sekarang aku tau apa bedanya. Dan aku bersyukur aku masih di sini dan bisa pergi dari hubungan ketergantungan tersebut. Aku berharap kalianpun bisa mengerti apa bedanya ‘Love’ and ‘Attachment’ dan bisa lebih membuat keputusan yang lebih bijak dari yang pernah kulalui.

Utarakan kepada pasanganmu, untuk berjalan disebelahmu bukan di depan, maupun di belakang mu,
Utarakan bahwa kau ingin seiring bukan digiring (Dee, Filosofi Kopi)

Dan tak lupa, beri ruang untuk pasanganmu dan kamu untuk bernafas,
Karena sebenarnya, apalaharticintabilatidakadaspasi?

Published by novildawritestoo

Hi! I'm Karin Novilda, yes that Karin as in AwKarin. So many people know me as AwKarin, but in this website, I want you guys to know me as Karin Novilda. The other side of me that you guys might don't know, yet. I'm so new to this, ain't no professional writer and my english is not that good lol but I hope you guys enjoy my writings.

186 thoughts on “Love & Attachment

  1. Hai kak karin, ini sama seperti yg aku rasakan. 2017 aku ngejalanin hubungan disaat aku kelas 3 SMA dengan adek kls aku. Awal hubungan dia baik bgt, sikapnya dewasa bgt dan jujur di awal 2018 aku ngebuat kesalahan dimana aku chat sama mantan aku dan aku jadi berubah ke dia. Tapi, dia berjuang bgt buat bisa ngebuat aku balik lagi sama dia memperbaiki hubungan kita dan akhirnya aku mau. Setelah lulus aku ke luar kota untuk sekolah penerbangan meskipun hanya 4 bulan masa pendidikan setiap sabtu aku pulang sampai temen” aku ngatain aku “BUCIN”. Tapi, seiring berjalannya waktu aku tau dia selingkuh dan setiap dia selingkuh kita selalu putus parahnya setiap dia putus sama selingkuhannya aku mau nrima dia lagi dan itu terjadi berulang kali selama aku di luar kota. Setelah pendidikan aku selesai aku kangen sama temen” aku, saat itu aku keluar sama dia dan dia tau di grub chat aku temen” ngajak buat kumpul tapi dia larang sampek dia wa ibu aku buat nglarang aku keluar setelah dia nganter aku pulang, waktu dia udh pulang aku pamit mau kumpul sama temen” aku, tapi ibu aku gak berani pikirannya udh macem” takut di jalan ketemu dia dan nanti malah terjadi yg gak”. Kontak Wa aku pun dia selalu cek aku ga dibolehin save nmr cowo meskipun itu temen aku sendiri. Tepat 1 tahun dia semakin hari semakin berubah sama kaya waktu dia selingkuh dulu dan bener aja firasat aku dia selingkuh, temen aku tau dari story Wa dia cewek lain dan temen aku ngasih tau ke aku. Disaat itu aku udh capek bgt sama dia, udh gak mau ngebatin lagi jadi aku putusin hubungan aku sama dia dan berharap bisa lepas dari dia. Tapi perasaan sama pikiran gak bisa sejalan, pikiran aku ydh lega bgt bisa putus sama dia tapi perasaan aku gak bisa bohong aku masih sayang sama dia. Selama 1 tahun putus ini dia masih sering chat dan berakhir dengan dia yg mengungkit kesalahan aku waktu aku chat sama mantan aku dan dia bilang penyebab dia sering selingkuh itu karena aku yg ngebuat salah dan dia ngatain aku alay tiap aku bikin story Wa, ngatain murahan 🙂 , menurut ku gak adil aja aku sekali melakukan salah udh gak ngulangin lagi kesalahan itu tapi dia sesering itu ngebuat kesalahan tapi sama sekali gak mengakui kesalahan dia. Aku udah usaha buat ngilangin perasaan aku ke dia, tapi aku gak bisa bohong kalau aku masih ada perasaan ke dia :). Semoga aku bisa cepat bener” lepas sama dia. Love you kak karin ❤️

    Liked by 1 person

    1. Kejadian yang kaka alami sama kaya aku . Aku hari ini baru udahin semuanya . Slama 2 th jalanin ini titik dimana aku gk bisa bertahan lagi . Kaka semangat ya kita sama sama semangat . Buat lepas buat lupain dia yang udah nyakitin kita ❤

      Like

      1. Hai kak karin, jujur aku berada di hubungan kaya yang ka karin ceritain sekarang mau pergi cuman ngak semudah itu, bahkan sama persis kaya kaka, pernah di katain juga pernah belajar menjauh cuman ujung-ujungnya aku luluh lagi. Sekarang dia udah ngak sekasar dulu udah mulai berubah cuman kadang ada rasa takut juga kejadian yang dulu terulang lagi aku bukan sekali dua kali ngasih kesempatan ke dia ini udah kesempatan kesekian aku kasih. Ka please menurut kaka aku harus ngomong kaya gimana supaya dia ngerti kalo aku mau nya jalan di samping dia bukan dia yang depan aku sama menurut kaka aku harus pergi atau tetap bertahan meski dia udah mulai berubah sekarang

        Like

    2. Hai Nensifd17, Hai Karin!

      Kisah cinta mu hampir sama seperti ku rupanya, yang terlalu bergantung dg pasangan. Hampir 3 thn aku bersama dia, dia si keras kepala, dia si egois. Tepatnya 5 thn yang lalu ketika aku masih duduk di kelas 8 SMP. Aku mempunyai pacar. Dia besar dari keluarga broken home. Keluarga yang berantakan tentunya.

      Padahal dia anak cowo satu satunya. Dia juga yang menjadi tulang punggung keluarga, setelah orang tua mereka pisah. Dia yang membayar listrik rumah, dia yang bantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena bapak mantan sy yang ngga lagi nafkahi. Gimana mau kasih nafkah, bapaknya aja masuk sel krn kasus narkoba.

      Suatu hari mantan saya benar benar kehilangan arah. Dia ngga tau lagi buat memenuhi kebutuhan seharinya. Selama itu aku yang harus cover. Karna bagaimana pun dia pasangan saya. Padahal di waktu itu umur ku masih 15 thn. Aku masih belum cukup umur untuk berfikir itu.

      Semakin hari pikiran dia semakin kacau. Sering pulang pagi krn main togel, mabuk mabuk an, dan dia juga pemakai. Paling parah lagi kalau emosi nya ngga stabil gr gr dia ketergantungan barang haram itu. Hampir setiap minggu aku yang kena kasarnya dia. Padahal disitu unur ku belum cukup. aku ngga tau lagi harus gimana. Aku udah cobq buat pergi dari dia. Tapi hasilnya sama aja. Sampai akhirnya ada orang tua ku yang sabar menuntun ku menjauh dari cowo itu.

      Like

  2. Baca kata love & attachment?Jujur gua pernah Rin di bingungin dgn dua kata itu.

    Gua dulu pacaran 5th dan udah tunangan ternyata Laki Gua selingkuh sama tmn gua sendiri. Dan disaat gua sadar ternyata hub gua dia awal emng LOVE selama 3th itu, di 2th kemudian gua tersadar lagi itu bukan LOVE but Attachment!

    Disaat itu gua sempet Desperate!

    1thn move on, dapet laki baru pacaran 2thn ternyata yg gua rasain itu sama bukan Love but attachment again!

    And now gua selalu parno sama hub yg serius!

    Like

  3. Ini hal yang aku rasakan di tahun 2019 namun bulan ini aku baru merasakan dan baru sadar pada akhirnya aku sekarang lagi tidak ada komunikasi yang baik tetapi aku sampai saat inipun masih memaafkan dan ingin melihat buktinya dia kalo dia berubah tapi udah 1 minggu ini dia udah mulai sedikit lebih mengerti apa yang aku mau sehingga aku juga udah mulai mengerti apa yang dia mau. Yahhh… meskipun belum sepenuhnya tapi masih jalanin karena aku belum bisa melepasnya dan aku cinta sama dia

    Like

  4. Hi rin! Ini hal yg baru banget gue alamin baru banget juga satu tahun lalu, awalnya gue ngira dia bisa nerima gue dengan semua masa lalu yg gue alami secara dia salah satu anggota aktifis di suatu organisasi, gue pikir dia bakalan nuntun gue ke jalan yg lebih baik, dia bakalan nerima gue apa ada nya dan ngertiin gue sepenuh nya tapi nyatanya gue dikekang, setiap hati gue ditekan secara batin, gue selalu di atur harus ngikut aktifitas seperti yg dia mau, semua social media gue di akses semua sama dia, gue harus bergaul sama semua orang sedangkan gue orangnya susah untuk bergaul sama orang lain, gue di atur untuk tdk berhubungan sama temen cowok gue, semua teman cowok gue di block dan di unfollow, dan lebih parahnya lagi semua cowok yg berhubungan sama gue di masa lalu yg kurang baik sama gue di peringatin sama dia untuk tidak berhubungan sama gue tapi dengan menyamar jadi orang lain bukan dia, setiap gue salah biar pun hal kecil gue selalu di katain “lu jadi perempuan gak ada harga dirinya” “perempuan murahan” “dasar lonte, lu itu lebih rendah daripada lonte tau gak” separah itu
    Tapi semakin kesini gue sadar ternyata hubungan yg gue jalanin kemarin itu salah, gue terlalu di butakan sama perasaan gue sendiri dan pemikiran gue yg selalu bilang kalau dia bisa bawa gue ke jalan yg lebih baik tapi nyatanya gak seperti itu
    Dan lebih parah nya lagi sampai sekarang pun dia masih hubungi gue dengan alasan “gue kangen sama lu” tapi kangen disini hanya sekedar sex doang dan ada beberapa fake account yg gue tau itu punya dia buat ngechat gue hal hal yg berhubungan dengan sex itu buat gue risih banget asli
    Sekarang yg gue harapin cuma satu gue bisa bener-bener lepas dari dia dan semua hal gila ini kedepan nya gak keulang lagi ke semua temen-temen perempuan di luar sana nanti♥️

    Like

  5. Aku, diumur yang ga muda lagi tapi masih aja bodoh dalam hal percintaan.
    Dideketin sama cowo yang udah kenal dari kecil, terlihat serius krn perbincangan kami sudah dalam (pernikahan, kpr rumah, kendaraan, pekerjaan) pokoknya menyenangkan membicarakan masa depan dengannya, pdahal belum ada status.
    Kami bimbang karena dia adalah mantannya temanku, dan juga sebaliknya.

    Sampai ditahap kami HS beberapa kali, aku rela ke bandung, dan karena percayanya aku sama dia, ternyata selama berhubungan denganku, dia juga ada hubungan dengan perempuan lain. Entah sudah sampai tahap apa dengan perempuan itu.

    Aku marah, ga terima.
    Dia ngerti, dia menjauh dari perempuan itu. Tapi dia deketin perempuan lainnya lagi.
    Perempuan yang umurnya jauh dari dia, baru lulus kuliah, mereka kenal karena satu gereja.

    Aku mundur, dan sekarang merasakan kesakitan kepaitan sampai harus ditolong oleh psikiater.
    Aku sudah ingin bunuh diri beberapa kali.
    Baikan ? Belum, masih proses.
    Karena sampi detik ini aku masih suka menangis, dan harus dibantu dengan anti depressan.

    Wajah polosnya, kemahirannya bermain instrumen, pekerjaannya yg cukup baik, pelayanan di Gereja, ternyata kedok belaka 🙂

    Aku semakin tidak kuat karin. Karena sesakit itu, dia ngelamar perempuan lain pas dihari ulangtahunnya. Pdahal paginya aku baru aja kasih surprise ke kantornya.

    Jadi selama ini dia pacaran sama orang lain.
    Tapi HS sama aku berkali-kaki, sekarang aku yg nanggung beban mental.
    Ingin rasanya aku speak Up supaya orang tau dia gimana. Tapi aku gak sejahat itu.

    Jangan salahkan aku kenapa aku mau, aku terpaksa karena sudah ada rasa percaya 🙂
    Umurku tidak muda lagi.
    Tekanan dari berbagai arah datang kepadaku.
    Terlihatnya aku ceria, tapi engga.

    Kalian perempuan, berhati hatilah dengan ucapan manis dan janji para pria.
    Pilih mereka krn jawaban Tuhan.
    Bawa doa “Tuhan, apa benar dia orangnya”

    Liked by 1 person

      1. Sedang di fase ingin melepaskan tapi tetap membutuhkan, ketika sudah saling menyakiti dan pisah kemudian gw merasa belum bisa lepas dan ingin kembali walau sudah hampir 7 bulan berjalan perpisahan itu.

        Like

  6. Hallo karin, 1 tahun yg lalu aku bener bener rasain gmn punya hubungan yg berketergantungan, bagaimana tidak. Aku baru pertama dekat dengan laki laki satu jurusan dikampusku, dan kita sama sama menjadi anak kost. Pada saat itu kita jalanin hari bersama setiap watu dan setiap hari. Pergi makan pagi sampai malam, berangkat kampus juga bareng. Aku ngerasa belum pernah dapetin laki laki yg mau nemenin kemanapun dan menghabiskan waktu bersama. Disuatu saat ada masalah, dia memutuskan untuk pergi, tapi aku melarangnya. Dan mengikuti semua apa yg dia mau. Kedua kalinya dia benar benar pergi. Dan disaat itu juga aku ngerasa hidup sendiri, yang awalnya hidup ditanah rantau itu instan namun langsung berubah ke mandiri. Aku stress ngerasa gabisa hidup tanpa dia. Sedangkan aku lulus masih lama. Lalu aku putuskan untuk menghubunginya lebih dahulu dan meminta mengulang semuanya seperti dulu, walau aku tau dia ada perempuan selain aku. Akhirnya kami kembali menjadi kita. Tetap dengan permasalahan orang ketiga, dan aku masih memendam takut membicarakannya. Pada suatu saat aku didekati oleh laki laki lain dan aku menceritakan semuanya hubungan yg aku punya. Disaat itu juga aku sadar bahwa aku hanya mencintainya di awal dan sisanya ketergantungan. Terimakasih karin, dari sini aku makin paham dan akan semakin memahaminya. w

    Like

  7. Halo karin, aku juga perna berada di fase itu ketika aku berumur 17 tahun, awalnya dia pacar orang trus dia deketin aku lewat mama dan kakaknya. Mama dan kakaknya nge dukung aku bgt kak buat sm dia, pdhal mereka tau dia uda pny pacar. Alhasil mereka nutup2 in dari aku kalau adiknya itu punya pacar, dan aku jadian sama dia setelah dekat 2 bulan. Awalnya cuma main- main sih gak ku anggap serius. Terlebih aku tau dia pacar orang, waktu dia nembak aku aja aku ragu mau terima tapi dia mendesak untuk menerima tawaran pacaran dia. Kita cuman berhubungan melalui via sms dan telp, alesannya karena hp dia rusak, padahal waktu pdkt dia nghubungin aku lewat bbm, lucu banget bukan? Singkat cerita aku punya cara untuk membuat dia “skak mat” ngaku kalo masih ada hubungan sm mantannya ( dia lebih milih aku dari pada si pacarnya karna semua keluarganya ngedukung banget sm aku). Setelah aku nemuin bukti dia kontakan sama mantanya, lalu dia lebih milih aku katanya dan berjanji bakalan setia sama aku, lalu dari situ kita mulai intens chattingan via line karna aku gamau via bbm, lalu dia mulai over ke aku setelah menginjak bulan ke 2 pacaran mulai agak membatasi pertemanan aku, minta semua password sosial media. Lalu pada bulan ke 3 dia mulai unfollow dan block teman teman cowo aku dan tidak memperbolehkan aku hubungan sama cowo manapun. Bulan ke 4 dia mulai tambah parah yang mana gak ngebolehin aku pergi sama teman segeng aku dan wajib lapor dia kalau misal ada chattingan dengan teman ku. Dari situ aku mulai ga tahan dengan sikap dia, yang ketika kita ldr seminggu dia minta vidiocall dari aku bangun sampai aku tidur, sampai sampai aku berbohong mau tidur siang selama 2 jam sedangkan aku sebenarnya pergi hangout sama teman aku kak. Lalu setiap hari kita memiliki masalahn untuk di debatkan dan kata andalanku adalah minta putus, sebenarnya aku udah ga betah dengan sikapnya tapi masih aku tahan karna ada sesuatu yang lain untuk dipertimbangkan. Bulan ke 5 ini lebih parah lagi dia minta tukar hp selama berhari hari saking curiganya dengan aku, tapi menurutku ada faktor lain sih kak. Mungkin dia ingin terlihat bergaya dengan membawa hpku kesekolahnya, dulu hp ku termasuk keluaran terbaru pada saat itu . Kenapa aku berpikir gitu soalnya selalu case aku di lepas ketika dia bawa kesekolah padahal aku ini orangnya ga suka kalau hp ku ga pake case. Dan bulan ke 5 juga merupakkan akhir dari hubunganku dengan dia tepat setelah monthversary dengan dia, karna aku udah mikir hubungan ini toxic banget dia gak ada rasa percaya ke aku sedikitpun. Disitu aku mikir percuma pacaran kalau gak ada rasa percaya, disamping itu ada hal lain misal dia gak pernah mau ngeluarin uang sepersen pun waktu kita berkencan bukankah waktu ngdate itu kan kita saling bergantian? Sedangkan dia alasannya tidak punya uang jadi selama 5 bulan pacaran selalu aku yang keluarin uang untuk ngdate termasuk bensin dan uang parkir nya 🙂 . Tapi dia selalu bermulut besar bilang kalau punya ini itu padahal waktu kencan keluarin uang sepersen pun aja ga pernah. Aku juga merasa dimanfaatin aja gitu karena dia kalo aku pikir semena mena emosi sendiri, ngambek kaya anak kecil memang umur kami terpaut 2 tahun.

    Like

  8. Bener2 spt yang aku alami. Aku sama dia udah sekitar 2 tahun ini berjalan. Tapi aku ngerasa kaya dia ga pernah tulus ke aku. Dulu awal2 hubungan masalah kecilpun dia marah sampe ga kekontrol, bahkan dia abusive ke aku:) kaki aku ditendang, leher aku dicekik, dan ga nyangkanya dia pernah nyekik aku di tempat umum, maluu banget rasanya diliatin banyak org. Dan bener kata kak karin bahwa ga semudah itu keluar dari hubungan yg tdk sehat. Selain abusive secara fisik dia juga abusive secara verbal. Barang2ku pun juga dia rusak,dia buang. Gila gak sih.Diapun gasuka jika aku berhasil mencapai sesuatu. Dia gapernah support kegiatan2ku,gapernah ngucapin semangat buat hal2 positive yg aku lakuin, gapernah dengerin keluh kesahku yg dimana hanya dia yang paling deket tp dia gabisa jadi pendengarku.Gaya hidupnya,perkataanya,sikapnya membuat aku selalu merasa insecure sama diri aku sendiri, aku merasa bukan aku, takut buat melakukan suatu hal.Udah sering terbesit buat ingin pergi, tp emang susah, lagi2 hati ini harus luluh pas dia minta maaf. Udah gatau harus gimana lagi. Merasa tidak pernah dicintai, merasa tidak disyukuri, tidak pernah spesial dimata dia. Hubungan ini udah bobrok, bukan lagi tidak sehat:(

    Liked by 1 person

  9. Hallo karin..
    Aku baca nya sampe nangis karna bener2 ngalamin sampe sekarang, udah nyoba pergi tapi ujung2nya balik lagi, kadang masi sempet mikir apa harus terus dijalanin atau pergi, kalau pun pergi aku gatau gimana caranya

    Like

  10. Hi Karin. Jujur sih belum pernah denger baru kali ini (attachment), mau berbagi pengalaman sedikit sepertinya aku baru saja melewati fase itu. Aku pacaran 4 taun awalnya yakin dia cinta dan sayang sama aku tapi entah kenapa semakin lama bukan cinta dan sayang yang sesungguhnya, yang tulus. Dia posesif, apa hal yang menurutnya tidak suka aku dilarang aku jadi takut kalau” dia marah meskipun cuma perkara kecil kayak kumpul sama temen” ku cewek itupun dia juga curiga. Aku jadi sering boongnya karna dia ga percaya aku. Aku juga disakiti meskipun bukan fisik. Tapi psikis, setiap ada kesalahan aku disudutkan, di intimadasi kata”nya yang keluar selalu menyakitkan. Aku tidak merasa di rangkul dan dilindungi. Tapi perasaan” itu aku abaikan karna kita pacaran udah lama, udah sama” kerja, keluarga juga sudah saling kenal, padahal sering ada keinginan untuk mengakhiri. Sampai akhirnya kita lamaran, udah mau nikah. Tapi di tengah jalan perasaan” tadi tidak bisa aku abaikan gitu aja. Ini pernikahan tidak bisa maen”. Aku berpikir berulang kali rin bukan perkara mudah mau aku lanjutin apa mundur karna udah sejauh ini. Waktu itu dia ngomong kasih waktu buat berubah, tapi aku egak yakin karna itu kayak udah jadi wataknya dia. Semakin kesini semakin yakin buat batalin nikah aja, sampai akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri ini semua. Awalnya berat karna harus bicara sama keluarga apa alasan ku ambil keputusan ini. Tapi ya kalo aku ga berani ambil langkah hidup ku akan kayak gini terus dengan orang yang salah. Kesiksa secara batin benar” menyakitkan. Dan sekarang aku bersyukur atas keputusan ku, dan semakin hari aku bahagia 🙂

    Like

  11. Sejujurnya aku sadar kalo yg aku jalanin sejauh ini bukan cinta. Im a virgo gilr and aku org yg setia dan aku bisa menjamin akan hal itu. Aku orang yg berkomitmen. Sedikit cerita aku sdh pacaran sama dia hampir 3 tahun. Banyak ha, banyak waktu, banyak kejadian, banyak sekali yg sdh kami lewati, aku di selingkuhin kalo di hitung mungkin kurang lebih 20 org cewe, aku tau itu salah tapi aku slalu memaafkan dengan alasan pikiran ku sndri bilng itu hal yg wajar buat cowo, jiwa muda ku bilang kalo seumuran kita itu wajar” aja kalo gabisa komitmen, aku tipe cewe yg gk ngekang cowo dan sebaliknya aku juga gk suka di kekang karna aku tau dan aku jamin kalo ini setia dan tidak berhianat:) aku gk perna selingkuh, gk perna bohong tapi aku slalu gk di percaya:( dia yg slalu bohong dia yg slalu slingkuh tapi begitu ku percaya:( skrg aku sadar aku sudah dewasa, perselingkuhan itu bukan hal yg wajar, aku gk bisa lepas dia gitu aja karna sdh terbiasa denganya. Hari ini aku siap buat lepasin dia. Karna jujur aku udh gk bisa lagi terus membiasakan diri di sakiti secara mental dan hati:( dia gk perna kasar fisik tapi dia slalu ngerusak mental aku dengan kata katanya. Aku gk perna berhianat bahkan sekalipun. Tapi dia kata kata yg terucap dari bibirnya bahkan tidak bisa ku percaya:( im not a bicht:( but why he can say like that huh😣 hari ini aku baru saja meyakinkan diriku untuk itu dan aku berbagi kisah ku ini. Trimakasih kak Karin setidaknya aku bisa ungkapkan isi hatiku lewat ketikan jari ku di kolom komentar tulisan mu:) hope we can be better than before ily❤

    Liked by 1 person

  12. Hallo ka karin. Aku gak tau malah arti cinta itu sebenarnya apasi kenapa yang aku rasain indah sesaat lalu pahit kembali lagi dan lagi . Aku dulu dan dia indah banget ka sampai aku dan dia dikata “bucin” sama temanku dan temannya . Dimana ada dia selalu ada aku bahkan sebaliknya . Dia tidak pernah berbuat yang macam-macam dia selalu sosweeat tiap saat kita berdua . Namun semua nya hanya kenangan ke romantisan protect nya dia ke aku hanya omong kosong belaka . Dulu dia mau WA nya dia selalu di balas tepat waktu tapi dianya sendiri tidak seperti itu. diapun melarangku ini itu dekat dengan cowo pun untuk teman dia selalu bertanya dari A-Z dan berhari-hari menanyakannya . Ternyata apa dia yang selingkuh. Aku bingung dengan diriku sudah sempat ketauan tapi aku masih bisa memaafkannya lagi dan lagi . Sampai dia melakukannya lagi malah lebih dari 2 perempuan . Dan akhirnya aku tidak bisa menahan atau bertahan lagi aku lepaskan dia aku tidak mau ada hubungan dengannya lagi walau aku tidak munafik dan lari dari kenyataan aku masih sangat mencintainya dan menyayanginya . Kapan aku bisa melupakannya . Aku sangat sangat ingin bahagia dengan merasakan ❤ sejatiku . Aamiin

    Like

  13. Hii karin, skrng gua ada di posisi yg dmna lu prnh alami sampe bingung knpa bisa sebego ini sayang sama orng sampe mikir kalo gua kaya di guna guna sampe ga bisa lepas dari dia wkwk

    Like

  14. Halo karin
    Ini bener bener beberapa hari yang lalu baru gua alami setelah 3thn pacaran
    awal Thn pertama mungkin manis , tahun ke 2 sudah ada posesif & agak toxic dr gak boleh chat sama temen cowo, gak boleh angkat tlp temen cowo smpe gak boleh main sm temen cewek pulak , selama 3thn ini disuruh ngikutin apa yang dia mau misal disuruh cat rambut warna yg dia mau , disuruh pakaian yg sexy kalo foto dan masih banyak lagi , akhir nya setelah di di tanya ternyata dia selingkuh dgn cewe yg dia kenal di ig selama 5bulan dgn alasan bosen sma gua karna gak bs turutin apa yang dia mau , thn ke 3 mulai risih tapi karna sayang & cinta akhir nya bertahan, tapi semakin kesini dia semakin aneh suka body shaming dll gua ngrasa bodoh bgt kenapa mau bertahan , udah mau putus tapi lagi lagi msh bertahan terus 🥺 sampe akhir nya di tgl 30 maret kmrn udah mulai renggang karna dia bilang mau fokus kerja & keluarga dlu , setiap di chat selalu di Read saja pdhl dia online setiap waktu akhir nya beberapa hari yang lalu gua beraniin diri buat nanyain kejelasan hubungan nya gmn tapi dia seakan akan gak punya salah apa apa mutusin dengan gampang nya dgn alasan gak jelas bgt 😩🙃 kesiksa bener bener selama 3thn pacaran tapi dgn dia mutusin hubungan itu bener bener bikin gua bersyukur bgt bs lepas dr dia 😊 dan sekarang lagi mencoba membahagiakan diri sendiri

    Like

  15. Jujur ka aku sekarang lagi ada diposisi seperti itu, bingung gatau harus gimana yang bisa aku lakuin cuman nangis, aku pacaran udah 3taun lebih tapi aku ngerasa ini udah bukan cinta lagi tapi ini ketergantungan, aku bingung cara ngakhirin hubungannya gimana kaa:’)

    Liked by 1 person

  16. Aku pernah ngalamin itu sampe sekarang bedanya sekarang aku yg udah mulai nyerah dan mau pergi namun itu gabisa ntah karna apa aku gabisa pergi tapi sicowo berprilaku seolah olah dia gabisa pergi dan ninggalin aku udh banya kata yg ga enak keluar dri yang saling menjatuhkan saling kasar tapi dia selalu nunjukin kalo dia itu tetep ke aku dan sabar tapi aku gatau dibelakang aku dia gimana, aku sama dia udah jalanin hubungan 3tahun lebih dan aku ngerasa semakin kesini aku ga cocok gabisa trstrsn sm dia karna sikap dia ke aku tp dia selalu mkr akunya yg ke dia salah dan aku skrng bingung harus gimana udah segala cara aku pake aku bisa berbicara untuk pergi dari dia tapi aku ga bisa bnr bnr pergi selalu aku msh ladenin cht dia aku juga g ngerti kenapa hati aku gabisa ngelepas dia yg jelas jelas pikiranku udah mikir buat mundur

    Like

  17. Thank you for writing this, I’m sure a lot of people need to read this. ☺️ If only you wrote this 7 months ago, it will be so helpful for me, to make up my mind quickly. 😅 But I did got out of that relationship, and move on to the next adventure🙏🏻 You have a good writing skills, tbh😊🙏🏻 and I really admire you 🙏🏻

    Like

  18. Hi karin! Disini aku mau menceritakan pengalaman ku 3 tahun yg lalu.
    Kenal dengan seseorang ini sekitar tahun 2015. Pada waktu itu aku bekerja di salah satu toko retail ternama. Tepat di depan sebrang toko ku terdapat salah satu kampus. Kami berdua tidak sengaja bertemu. Seseorang ini membeli sebuah minuman, saat ia mau membayar saat itu aku yg ada diposisi kasir. Waktu itu kita belum kenal. Tapi jika di perhatikan lagi, hampir setiap hari ia mendatangi toko ku entah itu membeli minuman atau yg lainnya. Akhirnya seseorang ini memberanikan diri meminta no handphone ku. Aku berikan. Kita kontekan via line waktu itu. 1 bulan melalui proses pendekatan, seseorang ini memberanikan diri menyatakan cinta nya pada ku. Saat itu aku terima. 6-8 bulan kita menjalani hubungan yaaa bisa di bilang bahagia. Namun, masalah datang satu persatu. Masalah pertama datang dari seseorang ini. Dia di pecat disalah satu perusahaan di tempat ia bekerja, dngn alasan ia tidak bisa membagi waktu antara kerja dan kuliahnya. 3 bulan tidak bekerja, makin lama kuliah dia makin gak beres. Suka bolos. Posisi saat itu aku masih bekerja di toko. Dia sering meminta uang pendapatan perbulan ku secara paksa. Dengan alasan untuk kuliah. Kalau tidak diberikan ia akan marah padaku. Sekitar 1 stngah tahun kita menjalani hubungan, dia selingkuh. Tapi aku ttep bertahan entah kenapa. Ia sering memarahi ku, aku di bentak nya, uangku dihabiskan tiap bulannya, mengeluarkan kata2 kasar, bahkan sesekali ia main tangan. Saat itu entah kenapa aku ga bisa lepas darinya. Kalau dia sadar, dia langsung meminta maaf padaku, dan aku memaafkan nya. Berbulan2 aku disakiti, diselingkuhin, di caci maki. Tapi aku sabar, karna aku cinta. Ternyata benar ya Rin, semua bisa dibutakan dengan cinta. Perlahan aku makin tak sanggup, kesabaran ini sudah habis. Alhasil aku membuat keputusan kalau kita gak bisa sama2 lagi. Aku nyerah, mental ku terganggu. Untung aku tidak jadi gila. Gila karna cinta!
    Alhamdulillah, Allah masih baik. Allah menjauhkan orang2 jahat dariku. Dan Allah mendatang kan orang baik.
    Alhamdulillah skrng aku sudah lebih bahagia, sudah bangkit. In Sya Allah ini yg terakhir yg Allah kasih untukku.
    Tidak ada lagi yg memarahi ku, mencaci maki, bahkan main tangan.
    Kalo kita sabar menghadapi masalah seberat apapun, sebesar apapun, kelak bahagia kita akan datang melalui orang2 baik.
    Panjang sekali ceritaku. Semoga ceritaku dibaca oleh mu.
    Terimakasih Karin sudah menginspirasi banyak orang termasuk aku 🙂
    Semoga selalu dalam lindungan-Nya. Doa-doa baik menyertaimu.
    Sekian. Salam Hangat.

    Like

  19. Haii ka karin..
    Ini percis sama dengam kisah hubunganku dibeberapa tahun silam. Tepatnya di tahun 2017, disitu awal mulanya kesakitan itu terjadi.
    April 2017, saat itu aku baru lulus sekolah (smk) . Dan dihari itu juga ada seorang laki² yang mendekatiku, panggil saja ‘ace’ . Dia temen mainku saat kecil sekaligus teman kakakku. Dihari itu di mengajak aku untuk menikah. Saat itu aku kaget, aku ga bisa menerimanya karna aku pikir aku baru lulus sekolah dan masih ingin menikmati masa remajaku. Singkat cerita kita berpacaran. Menginjak 4/5 bulan kita berpacaran, dia menanyakan hal itu kembali. Hal dimana aku masih belum siap untuk melepas masa remajaku (Pernikahan). Aku sudah berkali-kali menolaknya, tapi dia tetep mengajak aku menikah dengan alasan ‘Aku gak mau kalo sampe kamu sama orang lain’. Singkat cerita aku bertanya dan merundingkan hal ini kepada orang tua ku. Dan mereka memutuskan ‘Yaudah kalo dia mau nya gitu lebih baik bertunangan saja dulu’. So aku pun gak keberatan dan diapun setuju. Tapi tetap aku meminta waktu Dan di tentukan pada Awal Januari 2018.
    Lalu kita menjalani hubungan kita seperti biasanya lagi. Bulan demi bulan berlalu dia mulai memperlihatkan sifat aslinya. Ya sifat yang emosional, kasar, posesif dan sangat-sangat egois. Dia mulai melarangku untuk berkomunikasi dengan teman-temanku entah itu lawan jenis ataupun perempuan. Aku pikir itu masih hal yang wajar, karna kita memang sudah memutuskan untuk ke hal yang serius. Tetapi lama kelamaan Dia melarangku untuk menemui temen-teman ku, bahkan teman dekatku ataupun sodara perempuanku. Disitu aku mulai marah, aku mengutarakan kalo ‘Aku ngga suka terlalu di kekang seperti ini’ . Intinya kita berdebat hebat dan akhirnya aku meminta ‘Putus’.
    Singkat cerita, setelah satu bulan kita putus dia datang lagi ke aku memohon meminta maap dan berjanji ngga akan seperti itu lagi, Aku luluh. Setelah itu kita pacaran lagi. Eh ternyata aku salah, dia bukannya berubah malah semakin menjadi-jadi dan sering sekali mengeluarkan kata-kata kasar seperti ‘Dasar gatau diri, udah sukur gue mau nerima lo, gausah kegatelan deh, lo ko ajg bgt ya’ ah pokonya kata-kata yang bikin sakit hati deh. Selama pacaran sama dia gue gaboleh ‘komunikasi, keluar, maen, nongkrong, bahkan untuk nganter sodara aku ke alfamart aja itu gaboleh. Dan bodohnya aku mau di gituin karna berpikir semua ucapan dia yang ‘ Harusnya lo bersukur punya gue, segini juga gue mau nerima lo yang ke blablabla’, itu semuanya bener. Selama pacaran juga aku putus nyambung sama dia, ya karna emg sering bgt berbeda pendapat dan akupun pernah dikasarin ‘ditampar/dijambak’ bego ya gue mau digituin:’) he.
    Pokonya singkat cerita, awal januari 2018. Tahun dimana kita udah sepakat buat tunanganpun sampai. Disitu aku bener-bener mikir bgt, ‘Apa ini bener ya? Apa aku bakalan bahagia kalo sama dia? Apa aku gaakan direndahin lagi sama dia?’ Banyak bgt pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepalaku. Sampe dititik satu minggu -H aku nekad minta ‘Putus’:). Kenapa? Karna aku mikir, selama pacaran aja sama dia ‘Aku ga bener-bener ngerasain bahagia, aku ga ngerasain di perlakukan layaknya org yang dia sayangi, aku hanya ngerasain depresi tertekan karna tuntutan dia yang banyak bgt ke aku, aku ngerasa hubungan kita itu gasehat, Aku cape, bener-bener cape diperlakuin layaknya wanita yang gaada harga dirinya’.
    Dan akhirnya, 30 Januari 2018 aku gagal bertunangan. Ya, itu memang keputusanku. Dan sampe sekarang aku tidak menyesali keputusan ku, bahkan aku merasa bersyukur. Karna setelah bener-bener melepaskannya aku merasa sangat bahagia, ceria, dan aku bisa menjalani kehidupanku sesuai yang aku mau. 🙂

    Terimakasih ka karin, selalu menjadi motivasi<3

    Like

  20. hai kak karin, aku udah 1 tahun sama dia, awalnya hungan lancar seperti orang pada umumnya, tapi entah kenapa dimulai dri 5 bulan pacaran, dia bener-bener bukannorang yg akh kenal pertama kali, disitu aku kecewa dan marah, lagi lagi kata kata manis dan maaf nya dia buat aku luluh hingga aku beri kesempatan lagi dan lagi. setelah itu hubungan kita kembali normal seperti awal.
    ntah kenapa di mulai dri 3 bulan sebelum 1 tahun, dia bener2 orng yg mengekang aku, apapun yg aku lakui di batasin, posesif, kasar, dan cuek gitu kak, tp pd wktu itu aku coba buat nenangin diri kaya ga ngabarin dia ga peduli dia mau di mana atau apapun, tp lagi lagi, aku yg ga kuat buat nahan itu akhirnya aku yg bujuk dia buat baikan lagi dn aku dengan bodohnya kasih kesempatan ke dia lagi.
    3 hari sebelum kita 1 thun, kita sempet lost contact 1 minggu karna hal sepele. dn dia adalah manusia yg ga prnh sadar atas kelakuan dn kesalahn dia, akhirnya dia nelfon aku nanya aku dmna dll.
    singkat cerita kita udh 1 tahun tp hubungan baik2 aja, namun nth apa tiba2 aku kepikiran, aku ga bisa gini terus, ini sama aja nyakitin diri aku sendiri, smpe akhir nya aku ngelakuin hal yg dia lakuin ke aku (sikap dia ke aku) disitu dia ga tahan pdahal cuma 3 hari tp udh ga tahan, dia mohon2 ke aku supaya aku ga gitu sma dia, tp saat itu aku udh bertekad untuk lepas dari dia, dan ngerasa cukup ini udh ga masuk akal lagi, semua temen2 aku bilang aku gila berthan sm cowo kya gitu, ok akhirnya aku putus sma dia, di dpn mata meski aku nahan air mata untung nya ga kluar, tp skrng aku msih kepikiran gitu kak, soalnya ini prtama kalinya aku pcaran smpe setaun, biasanya cuma 2 minggu, susah mupon sih tp yaudhlh ya ikhlasin aja

    Like

  21. Hai kak, mungkin saatnya aku bisa ungkapin lewat sini aja daripada ke kawan yg blum tntu bisa aku percya. Jd hubungan aku udah hampir berjalan 5 tahun. Tahun 1-2 itu adalah tahun termanisku, tapi tahun ke 3-4 adalah tahun terberatku menentukan apakah aku pantas dgn dia atau engga. Jd orng tua kira udah kenal lama dr kita masi skolah SD, tapi aku dulu orngnya cuek banget, jd aku gatau kalo dia sbnernya udah suka sm aku, dan ayah dia brusaha dapetin aku untuk anaknya, trus wktu udah dapet, iya awalnya aja manis banget bertahan 2tahun. Masuk tahun ke 3, dia mulai cemburu sama tmn kelasku sndiri mau itu cowo atau cwe, karna pikir dia knapa cuma tmn aku yg bisa bikin aku tertawa lepas. Trus disitu aku mulai dikekang, sampe sampe begonya aku, aku nurutin dia buat ga ikut ujian praktek karna praktek drama aku sm cwo cwo yg emng tmn baik aku smua. Dsitu aku kek knapasih idup. Rasanya aku pngin nyudahi. Tapi tiap aku brantem, ibu dia slalu nanyain aku knapa dia gapernah lagi bwa aku ke rumah. Trus akhirnya luluh ya dgn katakata maaf dia yg “pasti diulang”. Singkat crita, pokoknya dia itu sering banget ngulangin permasalahan yg sama. Sampe pernah pas jalan 5tahun aku kesel banget, akhirnya aku ngabur ke Solo, kampung aku untuk ktemu tmntmn Smp aku. Dsitu kita bnerbner ga kontekan sma skali, stelah dia tau aku pergi, barulah dia nyuruh aku buat pulang ke lampung. Aku kekeh gamau karna aku masi takut buat ngulangin hal ygsama (aku takut dia terulang hal yg sama). Trus dia mintaa maaf lagi dan lagi. Trus yaudah akhirnya stlah 2 minggu, aku baru balik. Trus dia manis manisin aku tp ya cuma bertahan 2 bulan abis tu ya balik lg ke sifat aslinya, yg keras kepala dan egois nya minta ampun. Tp gatau knapa aku masi mau sm dia. Mungkin alasan kluarga juga, tp akutu masi ada prasaan yg sama kek dia. Tp ya gimana lagi, dan skrng aku masi ga kontekan hampir 1minggu. Karna aku mulai ganyaman samaskali sm dia. Btw makasi kak udah bisa share 🥺🥺🥺🥺 sukses trus kak karin 🥰🥰🥰

    Like

  22. Hi rin, makasih buat ceritalo ini
    Gua pernah ada dimasa ini, awal dimana semua baik2 aja sama2 merasakan dicintai.
    Gua pernah ngelakuiin kesalahan ya itu masih kontek cowo yg dulu prnah dkt sama gua sblm jdan sama dia, dia berfikir gua selingkuh pdhl hati gua lebih milih dia.
    Lama2 hubgn baik2 aja eh dia tbtb berubah sikap jd lebih tertutup dan cuek smpai dimana gua smaa tmn2nya karaoke dan dapat kesempatan pegang hpnya krna selama dia cuek ini dia gprnh kasih hp dia buat gua buka, pas gua liat dia ada jalan sama cewe dan bukan sekali ajja, bhkan sampai bilang sayang ke cewe itu. Disana gua gatau harus apa badan gemeteran dan pikiran gua kacau bgtt sampai gua pergi dan dia cuma tanya km knp? Dia ga ngejar gua sama sekali. Gua jalan lumayan jauh dr mangga besar sampai arah kekota sana buat ngeluarin semua airmata dan sakit hati ini. Dia dtng ke gua dan minta maaf dan akhirnya gua maafin, krna gua ngerasa gabisa kehilangan dia hampaaa bgt terasa hari2 gua. Kita balikan dan berjalan baik2 aja
    Tp lama2 dia berubah jd biasa ajaa ga bawel bedaa bgtt sampai akhirnya gua trs2 nnagis setiap vc krna kangen masa2 dia care. Trs dia mutusin gua dengan kalimat dia ga cinta sama gua, rasa dia hilang dia gabisa lagi sama gua. Disitu juga gua gabisa terima gua mhn2 gua samperin kekostnya jam 2an gtu buat dia balik ntah saat itu apa yg gua rasa, gua cma gamau hari2 gua sepi dan kenangan gua sama dia ckp lama 1.6thn, gua sampai mau akhiri hidup aja krna ga mau jauh dr dia. Gua gangerti ini cinta atau gua emg bucinn.
    Gua masih bertahan rin dengan kecuekan dia, wlpn sakitnya seperti ga dihargai dicariin ngga,ditanya ngga kaya asing tak dikenal.
    Gua ga tau ini sampai kapan ntah dia terpaksa balik sama gua krna iba atau krna apa ntahlahh.
    Saat ada yg crita2 gini gua ngerasa gemeter aja dan tkt

    Like

  23. Hi kak karin 😻
    Saya punya hubungan udah 3 tahun, tp ya gitu si dia bener2 ngekang. Dimulai dari ga boleh main sama temen lah meskipun ada ceweknya, eh tp ternyata dia sendiri melakukan tp bodohnya aku masih bisa menerima itu. Yang kedua dia gasuka sama semua temen cowokku padahal mereka baik dan tidak pernah menjelekkan dia ataupun hubungan ku, bodohnya lagi aku masih bertahan. Oh yaa, Doi punya geng yang berisikan 2 cowok dan 4 cewek, di geng itu semua temen ceweknya ga ada yang suka aku padahal kenalpun enggak dan anehnya doi fine2 aja dengan keadaan seperti itu yang bisa dibilang ini udh termasuk body shaming sih, udh berani ngejelekin fisik (: . Berkali2 melalukan kesalahan yang sama, but saya masih memaafkan dan masih menerima dia dengan baik karna saya berfikir hidup saya kalau gaada dia bakal jadi rumit, bakal jadi serba susah. Karna hampir tiap hari dia mau nganterin kemanapun saya pergi, jadi saya berfikir kalau melepaskan dia akan membuat semua jadi serba ‘sendiri’ . Susah emang kalau udah jadi bucin hehe . Saya jadi kehilangan banyak teman dan banyak sahabat. Thanks kak karin udh bikin saya sadar bahwa saya sebenernya ada di hubungan ‘Attachment’ , but untuk sekarang saya masih bingung bagaimana cara untuk melepaskan ketergantungan ini (: .

    Like

  24. Kak karin :’) aku tak dapat berkata apa apa lagi akan semua kata kata mu itu. semua pasti pernah merasakan kebutaan cinta. dan yaap , aku sedang dimasa itu kak. Nangis baca teks kakak :’) Kak Karin, Kakak Online ku♥️

    Like

  25. Sama kaya yg aku rasain ,aku sempat punya pacar dan dia emang orang yg aku kenal sejak lama dan dekat pun lama namun setelah pacaran kaya gak berjalan lama ajah, awal pacaran putus cuma karna dia gak bisa LDRA karna dia harus kerja di luar daerah namun aneh nya setiap putus kita bisa berteman dengan baik kaya yg gak bisa jauh gitu satu sama lain, hingga akhir nya aku punya pacaran setelah beberapa bulan putus dengan dia, namun 1 tahun kemudian aku dengan pacar ku putus dan akhir nya aku dekat lagi dengan dia , seperti biasa kita sering chatan, vc an sampai pergi bersama dan ngerasanya kaya nyaman ajah , aku dekat dengan dia namun aku juga dekat dengan orang lain yg aku mikir nya yaudah lah ya cuma temen mah gapapa ,hingga suatu saat aku dan dia memutus kan untuk balikan lagi dan memperbaiki hubungan yg dulu sempat rusak , dia baik dan tidak banyak ngekang hingga suatu saat aku dan dia kembali putus lagi , aneh nya setelah putus kita selalu berhungan baik seolah tidak ada masalah apa apa kaya yg gak mau jauh gitu sama dia,dan sekarang aku sudah dengan lelaki lain bahkan sudah bertunangan tapi entah mengapa aku kaya ketergantungan dengan dia sampai gak mau ajah jauh sama dia padahal aku sudah dengan orang lain ,dan aku baru sadar selama aku dengan dia aku itu gak bener bener cinta melain kan hanya ketergantungan saja karna berawal dari apa apa serba bareng dia🥺🥺walau sebenernya sayang, sekarang dia sudah punya pacar tapi aku merasa kaya belum ikhlas liat nya padahal aku sudah mempunyai pasangan ,namun balik lagi ke diri aku sendiri kalo aku terus terusan begini aku akan melukai perasaan lelaki yg saat ini dengan ku hingga akhir nya aku memutus kan untuk tidak menghubungi dia lagi agar terbiasa tanpa dia dan aku yakin perlahan dan pasti aku bisa ngelupain dia dan tidak ketergantungan lagi dengan dia😊😊bismillah

    Like

  26. Hai karin aku sedang berada dihubungan yang hampir sama seperti apa yang kamu ceritakan. Aku berhubungan dengan dia sudah berjalan hampir 3 tahun. Selama berhubungan ini memang diawal aku memiliki banyak teman laki-laki disosial media dan sering berbalas lewat reply story, awalnya dia tidak suka karena dia berkata bahwa kalo aku melakukan itu seperti tidak menghargai dia. Lalu aku sempat juga berhubungan mencoba berhubungan baik dengan mantan pacar, dikala itu aku datang ke pesta salah satu teman ku dan ternyata ada mantan ku ini yang juga ikut datang, dan ternyata pacar aku ini sedang ada urusan didekat pesta teman ku ini, lalu saat aku ingin pulang kukira urusan yang dilakukan dia belum selesai, akhirnya aku bilang ke dia untuk menyelesaikan tugasnya dulu dan aku bisa pulang dengan mantan aku ini, ternyata pacar ku mengikutiku dari belakang hingga sampai depan rumah ku. Sampai dirumah aku mengabarinya. Awalnya aku pulang dengan mantan ku ini karna tidak mau merepotkan dirinya yang sedang memiliki urusan tetapi dari situ dia marah karna menganggap kenapa diri ku ga meminta pualng dengan dia, yang pada akhirnya bertengkar dan berujung kata putus, tetapi aku mengelak dan mencoba memperbaiki hubungan hingga akhirnya sekarang aku terus mencoba menjadi apa yang dia katakan, seperti aku tidak boleh berhubungan dengan sahabat lelaki ku, juga saat itu pernah aku mengabari bahwa aku ingin pergi saat tengah malam bersama teman-teman ku tapi ia malah marah hingga bertengkar hebat dan sama ia mengeluarkan kata-kata putus. Dan sejak setahun lalu ia juga sudah mulai mengatai ku dengan kata kasar ketika bertengkar hingga ia pernah berkata berkali bahwa “aku ga mau punya cewek jablay” “jablay sana lu pergi” “dasar otak udang” dan masih banyak lagi. Dan dia selalu berkata bahwa aku selama hampir 3 tahun ini selalu yang berbuat salah padanya, tetapi disamping itu dia tidak berkaca pada dirinya apakah dirinya sudah benar-benar baik dan dia selalu mengatakan putus tetapi aku selalu menahannya, karna dia pun juga berkata bahwa saat dia berkata putus itu hanya kiasan saja. Itu yang membuat aku bertahan dan menganggap bahwa dia tetap lah baik☹️. Hingga saat ini aku hanya bertanya-tanya, apa benar dia ngelakuin ini untuk membuat diriku jauh lebih baik? Ternyata mungkin aku salah setelah aku membaca itu semua aku dapat
    menjawabnya aku hanya ketergantungan dengan seseorang bukan cinta. Thanks karin❤️

    Like

  27. hai karin.
    aku udah jalanin hubungan selama 5th. dr awal emg aku ada salah sm dia. tp itu karna dia gak nunjukin keseriusannya. akhirnya dia ngebales apa yg aku lakuin ke dia.
    dia kasar, dia jahat mulutnya, dia cuek bgt sampe kyk aku ngerasa kita tuh cuma sekedar kenal. gapernah ngungkapin rasa sayangnya.
    sedangkan aku tuh orangnya manja, baperan bgt, tp jadi kyk ketergantungan kalo dia gak kasar dia gak marah kita gak berantem tuh kyk ada yg kurang buat aku.
    hampir tiap hari berantem tp aku malah seneng.
    lalu kita sempet putus dan dia ngejalanin hubungan sm temen 1 kerjanya sebut aja (doi), terus dia balik lg sm aku, putus sm aku balik lg sm doi, begitu terus sampe terakhir febuari 2020 aku sm dia balik lg. dia udh bener² selesai sm doi.
    dan di awal april 2020 ini aku dapet DM dr si doi yg bilang kalo doi hamil anak dia. tp udh keguguran.
    dan diposisi ini aku gatau hrs gmn, aku marah kecewa tp ttp nerima dia.
    tp selama aku coba buat nerima dia aku jadi benci dia.
    sedangkan kita mau nikah insyaallah tahun ini.
    coba mikir luas ttp aja gabisa nerima.
    mungkin karna aku blm bisa lepasin dia.
    semoga kalian ga ngerasain kyk gini, pacaran ya sewajarnya aja:)
    biar kalo gimana² ya gak nyiksa² bgt buat ngelepasin. thanks karin:)))

    Like

  28. halo, aku tdk pernah mendapatkan kata kasar atau judgemnet dari mantan aku.. tapi menurutku aku memilih di maki” dengan kata” kasar dibanding harus hidup dgn pengalaman hubungan yg tdk sehat krna sorry to say but kami sudah “berbuat” dan dia selingkuh dan berujung aku putus meninggalkan aku yg hancur sehancur”nya krna kebodohanku sendiri yg luluh dengan kedewasaannya. semua berawal dari kami yg sekampus dan dia adalah junior aku yg aku pikir dia memiliki sikap yg dewasa.. aku yg luluh dgn sikap dewasanya menghabiskan waktu hampir 3 tahun bersamanya.. baru sekitar 5 bulan kami sdh berani berbuat yg tdk” dan sampai sekarang aku selalu menyalahkan kebodohan dan nafsuku pada saat itu.. hingga hampir tahun kedua kami bersama tepat disaat dia melakukan pkl dia berubah dia hanya punya waktu seminggu sekali untuk melihatku dan sehari itu kami habiskan hanya untuk berbuat.. setelah itu dia pergi dan kembali seminggu lagi dan melakukan hal yang sama.. namun bodohnya aku krna aku yg sangat tergantung dengan kehadirannya walaupun kami hanya bertemu saat kami berbuat aku sangat merasa senang dengannya kadang aku berfikir aku hanya budak seksnya dan menangis dikamar sejadi”nya tpi setelah kami bertemu aku melupakan kekesalan ku itu dan melakukan perbuatan itu lagi.. setelah beberapa bulan berlalu tepat sehari sebelum aku wisuda aku meminjam hpnya hanya untuk bermain game dan kebetulan mendapati chat teman sekelas ceweknya sebenarnya aku bukan tipikal cewek yg cemburuan tapi membaca chat cewe itu yg menanyakan apakah dia masih demam setelah keluar dgn teman cewenya itu aku sangat sakit hati.. krna pada saat itu aku bersama orng tuaku aku memanggilnya untuk masuk kemobilnya dan berbicara.. kami bicara dan aku menanyakan perihal chat yg ada dihpnya tdi tpi dia tdk bergeming ataupun membantah klu dia mmng selingkuh dan saat itu hati aku hancur banget aku meluapkan semua kekesalan yg ku pendam selama ini aku bahkan mengatai diriku sendiri klu aku hanya budak seks untuk dia selama ini. aku hancur boleh dibilang smpai sekarng, 2 tahun berlalu setelah kami putus tapi aku masih tdk bisa membuka hati aku gak tau apakah aku mengalami trauma atau apa tpi untuk saat ini aku masih di fase yg hancur.. aku masih terus mennyebut namanya ketika aku mengingatnya dan selalu menangis ketika mengingat kebodohanku dlu.. fyi saat itu aku sangat nyaman dengan dia krna dibalik dia yg memperlakukanku sbg budak seks tpi dia sangat baik keorang” disekitarku dia treat orng disekitarku dengan sangat baik bahkan samai skrng orng” disekitarku menyayangkan aku putus tanpa tau apa yg sebenarnya terjadi.. aku sendiri tdk bisa mengatakannya krna aku takut orng” disekitaku terkhusus orng tuaku akan sedih dan sakit hati dengan perbuatanku yg dlu. last but not least untuk karin terima kasih sudah membuka ruang untuk saya bercerita walaupun aku masih ada difase yg hancur aku sangat bersyukur dan merasa lebih baik krna ada kamu yg sudah menyediakan ruang untuk aku cerita hal ini yg aku tdk bisa ceritakan ke orang” khususnya orang tua aku🖤🖤

    Like

  29. kak karin gila sih ini ceritanya ngebuka pikiran bgt, jadi keinget sepupu aku yang pernah jd mantan.😭
    jadi awal ceritanya gini, waktu itu aku lagi chattingan sama temen aku tbtb ada yang minta save ke aku, yaudalah aku save kan ya aku pikir hanya untuk menambah teman kak, trs setelah itu dia chatting aku hampir setiap hari, 1 minggu ya aku masih biasa aja 2 minggu firasatku kok kyk ada yang beda dari anak ini trss sampai hari2, setelah itu dia langsung telpn dan manggil aku dgn kata2 “sayang” dan seketika itu aku kaget dong, trs aku tanya kak emng kau syg aku hanya gt tp dia gamau jwb dan langsung mengalihkan pembicaraannya. trs setelah 1 bulan aku knl, aku pikir oklah brarti aku udh pacaran sma dia karna dia udh brani manggil aku dgn kata seperti itu, tpi dia blm mengutarakan perasaannya, dan pada saat itu aku ldr sih surabaya-malang. lalu, 2 bulan berjalannya waktu chatting kita semakin singkat telpn udh jarang, semua pun semangkin singkat tp aku berfikir positif sih ka mungkin aja dia sibuk, oklah aku biarkan dan aku gamau mengganggunya. dan kagetnya aku ada anak cewe yang ngedm dia di ig, dan kita sempat tukar ig jg sih ka trs aku buka dong ka tp aku gasempat jwb dan disitu dm yang aku baca dia itu bener2 perhatiannn bgt, pengertiann bgt pokoknya manis bgt dah kak sama seperti awal kenal sama aku dan sempat aku ss sih dmnya. setelah itu aku cerita sama mama aku trs kata mama mungkin itu hanya teman, oklah aku percaya sama mama aku. kemudian aku chatting dia dan aku kirim itu ss nya trs aku cuma bilang itu temen kamu kan? bukan pcr kamu, dan dia jawab aku dgn kata2 yg bikin aku sakit hati kak😭 dan dia jwb brani2 nya kamu buka dm aku suruh siapa? kan itu privasiku bego! gaada otak kamu ya? dan disitu aku jwb dgn ok aku salah aku minta maaf dia pun ga ngejwb balik. setelah itu aku cerita lg ke mama aku kak, dan mulai brani menunjukkan foto nya ke mama aku dan mama aku nangiss senangiss nangisnya ke aku kak dan dia bilang itu SEPUPUMU NAK!. dan disitu aku kaget nangis jg aku gatau kalo dia sepupu aku karena aku tdk pernah ikut acara keluarga di luar kota karena terhalang sekolah. setelah itu aku memutuskan percintaanku dgnnya dan los kontak sama dia. dan pada saat itu aku merasa bego bgt dan aku hampir bunuh diri ka😭😭. dan sekarang aku tahu dari coretan kaka ini makasih udh ngebuka isi pikiran aku, dan makasih jg udh mau denger curhatan aku ka.
    i proud of you ka semoga kaka selalu sukses, dan selalu dalam lindungan allah. aminn🙏🙏

    Like

  30. Hai kak karin
    Sehat terus ya kak terima kasih sudah menulis tulisan ini yg menjadi perwakilan dri yg aku rasain setahun ini.
    Aku juga pernah berada di hubungan yg seperti kak karin tulis, dia ngekang aku ga boleh apa-apa sebelum dia bolehin dan aku dgn bodoh nya ngikutin krna gamau kehilangan dia.
    Awalnya keposesifan yg dia kasih masih dalam batas wajar dan buat aku merasa dicintai, tapi makin kesini keposesifannya makin menjadi jadi kak. Aku bahkan ga boleh main sama teman perempuan aku walaupun itu sahabat aku, buat ganti fp ig wa aja aku dibolehin klau bukan dia yg gnti fpnya deluan. Dia juga egois kak, semua yg dia mau harus aku turutin harus aku ikutin. Sampe dihubungan kami sudah set tahun, disitu dia selingkuh sama cewe lain, aku tau kesalahan dia yg selingkuh sama cewe lain. Kami putus tpi dia kmbli minta maaf ke aku dan berjanji ga akan ngulang, kami mulai lgi hubungan kami, dan awal tahun bulan kedua di tahun 2020 dia kembali suka sama cewe yg dlu jdi alasan kami putus tpi disitu dia ga direspon kak sama cewe itu krna cewe itu udh punya pacar, aku putusin dia lagi tapi dia mau aku jadi sahabatnya dan oke aku iyain jdi sahabatnya, tpi yg dia lakuin ke aku bukan kayak sahabat, lebih tepatnya dia masih memperlakukan aku dengan kekangan dia kemarahan dia, emosi dia yg buat aku tekanan batin. Dia cari aku disaat si cewe yg dia incar ha ngerespon dia kak, tapi disaat cewe yg dia incar respon chatnya, dia ga abut aku dan aku kej dibuang gitu aja. Sampe akhirnya aku ngomong ke diri aku sendiri kalau aku ga boleh di ginikan, aku ini berharga dan ga bisa diginiin terus. Jadi aku ambil keputusan buat betul” ninggalin dia, awalnya susah dan dia emosi parah tapi aku bertekad gamau digitukan lgi. Dan yess skrang aku udah bebas dari dia, berkat tulisan kak karin juga yg buat aku semakin yakin buat ga jatuh di lubang yg sama lagi.
    Thank you so much kak karin, aku ga tau ini bakal dibaca kakak atau enggak tapi aku ucapin banyak-banyak terima kasih atas tulisan kak karin yg semakin buat aku sadar kalau keputusan aku itu ga salah.
    Selalu sehat dan murah rezekinya ya kak.
    Love u💖

    Like

  31. Haii karin 😊😊
    Ini yg aku rasain trnyata selama aku pacaran 3 thn sm dia(el) akuu ga ngerasain namanya cinta tapii hanya ketergantungan
    Awalnyaa sii salah aku dulu sblm sm dia(el) aku pacaran sm yg beda agama tpii kmi udah berbicara masalah pernikahan krnaa jujur aku ngejalanin sm yg beda agama ini aku bnr” merasa sangat di cintai bhkan pendapatku pun di hargai sm yg beda agama. Tapii bodohnya aku, aku malah milih buat sm dia (el) akuu mlah nyakitin yg beda agama ini krna pikirku aku sm el ini seagama jadi ga akan ad pertentangan dr kluargaku jauhh sblm aku jadina sm el kurang lbh 3 bln kita pdkt 1 bln sblm jadian aku sm dia udah melakukan HS disini aku bego bngttt blm ad hubungan apapun sm el tpii udah melakukan itu smpe akhirnya kita jadian emnk dia manis bngt nurutin semua kepengenan aku soal dr mknan bhkan jalan” dia turutin smuanya dgn tujuan akhir dia minta HS sm aku tpii selma ngelakuin HS akuu melakukan secara terpaksa ga menikmati apa itu HS krna jujur el pun mantan aku kita berakhir krna dia selingkuh dan aku balikan sm dia dgn ht yg masih ad luka masa lalu berjalannya waktu dia mulai mengekang aku udah ga boleh ngumpul sm tmn” geng aku dan dia bilang tmn”ku ga ad yg peduli sm aku mereka jahat semuanya sm aku dan akuu disitu nurut ajj buat menjauh dr temen” akuu di tahun k 2 ini aku pun tau dia punya selingkuhan tpii ketika aku tau dia beralsan itu cuma tmn kerja pas event dan dia ga pernh mau ktmu sm cewe itu bhkan dia mau ngasih hadiah wisuda k cewe itu ht aku disitu udah ga percaya sm dia tpii akuu masih ngejlnin hubungan sm dia ajj dan nganggep ga ad mslhh smpe akhirnya bulan juni dia dgn mudahnya bilang break tanpa aku tau salahki dmn kog dia minta break besok mlmnya dia ajak aku kluar dan disitu dia mutusin aku jujur akuu jadi kacau Aku binggung harus gmn akhirnya tmn”ku nyaranin buat cari tmn cowo biar ilangin dia singkatnya aku punya pcr lg disini pcrku baik bngt ngehargai aku nurutin maunya aku ga kasarlah akuu sama pacarku ini bhgialahh ehhh tau” sii el dateng dan bilang klo aku sm dia ga pernh putus dan aku disangka selingkuh akhirnya akupun mutusin pacar aku ini buat blik sm si el awal hbs mslh ini akhirnya tiap mlm si el vc aku trus tpii tepat pertengahn bulan januari dia mulai balik lagi ke sikap dia dl cuek udah ga pernh vc dgn alasan mau masukin data kerjaan akuu ok ok ajj ga ad pikiran jelek k dia smpe akhirnya awal maret aku ngerasa dia udah bnyk berubahh smpee hp dia 1nya ga pernh di bawa dgn alesan batrenya abiss smpe aku tau ad cewe tlpon dia disitu hatiku hncur aku tau dia selingkuh tpii aku masih baik ajj sm dia smpee akhirnyaa mungkin Tuhan udah nunjukin klo el bukan yg terbaik buat aku kita tukeran hp dgn alesan dia yg menurutku ga masuk akal dan disitu aku nemuin SS chatan dia sm selingkuhannya itu dan bhkan dia udah bli cincin buat selingkuhannya itu dia mau ngelamar selingkuhannya itu patah hati akuu udah ga tauu lgii harus gmn logikaku meminta untuk lepas tpii hati aku masih sayang sm dia.
    Sampe akhirnya ad 1 kata dia yg menyakiti hati aku smpee akhirnya aku mengambil keputusan buat mengakhiri hubungan aku sm dia, jujur buat ambil keputusan ini berattt bngt krna menurutku 3 thn pcran bukan waktu yg singkat buat aku bhkan keluarga besar aku dan dia udah sm” saling kenal tpii akuu pikir” lagi klo dia jadi suami aku kenal apa aku mau makan ati trus di caci maki dia di sudut”kan di ungkit” kesalahan yg udah di maafkan. Akuu ga mau ad di hubungan kaya gtu lgii, smpee sekarang buat ngobatin semuanya susah.
    Makasihh yaa karin buat tulisannya bener” berguna dan nguatin aku bngt klo aku pun berhak bhgia wlo bukan sm dia.
    Maaf klo tulisan aku panjang gini, sukses trus ya karin 😊😊

    Like

  32. Hai Rin , saat ini aku juga lg berada dititik it , mmang bnar , ini tuh bukan cinta lagi , tp udh lbh ketergantungan , aku sadar tp seperti kaki sudah dipantek gk bsa kmna2 , rasanya otak ingin berontak tp hati msh mengasihi.

    Like

  33. Hai rin, yang kamu tulis itu benar. November tahun lalu aku baru aja memutuskan untuk pergi dari hubungan yang udah 8 Tahun aku jalanin. Aku baru tersadar waktu itu bahwa hubungan 8 Tahun yang aku jalani itu tidak sehat. Aku di perlakukan selayaknya perempuan gak punya harga diri. Dia maki aku dengan sebutan “ dasar lonte,perempuan gak punya harga diri berkawan sama laki laki” aku gak bisa berteman sama siapapun, keluar rumah juga gak boleh, kalau latihan di gereja juga gak boleh lama jam 10 harus udah balik ke rumah. Hidupku semua diatur olehnya. Dan paling parahnya 8 Tahun aku sama dia, 8 Tahun juga aku harus mengeluarkan uang aku untuk dia. Dia minta uang sesuka hati dan aku baru tau ternyata selama ini uang dia minta ke aku itu untuk beli barang haram “sabu”. Sakit banget di tipuin bertahun tahun sama dia, setiap aku gak kasih uang dia putusin aku tapi gak lama kemudian dia balik dan minta maaf dan bodohnya aku memaafkan dia berkali kali 😦 setelah hubungan ini berakhir, sampai sekarang aku belum berani untuk buka hati bahkan untuk memulai dekat dengan cowok aku masih TRAUMA😢😢

    Dan setelah aku baca ini baru aku mengerti bahwa hubungan yang aku jalani bukan karena CINTA TAPI KARENA KETERGANTUNGAN KU DENGAN DIA 😢😢😢

    Like

  34. ini persis banget yang aku alamin 5 tahun pacaran , bener2 udah ganyaman tapi mau pergi ga bisa . di ngekang aku buat ga main sama temen2 sampai aku gapunya temen karena gaboleh deket sama temen2 . Setiap hari aku dikatain bodoh sama temen aku karena terlalu nurut sama apa yang dia mau , aku selalu dikata2in kalo dia gasuka dengan penampilanku selalu , harus setiap saat ngabarin harus dengan foto baru dia percaya , kalo dia telfon harus segera diangkat sedih emang kalo inget tapi walaupun udah lepas rasanya masih pengen balik terus

    Like

  35. Sekarang lagi ada dihubungan yang bener-bener gak tau mesti gimana. Udah 1 tahun 11 bulan pacaran. Tapi beberapa saat lalu lagi ngelewatin banyak cek-cok yang sebenernya sepele cuma karena dia(cowo) gaperna mau nyelesain&selalu kabur dr masalah (even tho itu sepele) jadi numpuk2. Dan berujung at one time dia bilang dia udh gabisa lanjut&cape. And he said, dia mau putus. Saat itu aku udah gamau nahan2. So aku jawab ok. Awalnya dia ngeblock semua contact aku, disini masalahnya dari awal, kita itu udah sahabatan 9 tahun…. yap. Resiko pacaran sama sahabat sendiri, kalo putus, lo gacuma kehilangan sosok pacar, tapi juga sahabat. & disitu aku bilang kita ttp bisa temenan. Dan disitu aku masih berharap sama dia bisa balik lagi, karena putus bener2 krn hal SEPELE banget. Aku ngerasa, aku yg ngejar2 dia saat itu. Aku masi chat, telfon. Aku gainget sama harga diriku sbg perempuan. Aku ngerasa kebahagiaanku bergantung sama dia. Walaupun aku tau itu salah. Tapi sulit utk aku. And then aku kyk memohon utk mencoba bersama lagi. &dia mau. Tp disaat ada masalah kecil lagi dia bisa aja kesulut & ngegampangin kata putus dan bilang “gue tu males pacaran” dll. I mean, kyknya cuma gue disini yang berjuang. & skrg gatau musto maju/mundur

    Like

  36. Hai karin, aku juga punya pengalaman yang sama, 8 tahun pacaran, setahun pertama bener bener indah banget, samasekali ga ada keributan sampai akhirnya masuk ke tahun ke 2, dia selingkuh dia mutusin aku dan milih selingkuhan nya, tapi aku perjuangin lagi dan dia akhirnya balik ke aku dan minta maaf ke aku dan janji akan berubah, aku luluh.. dan nerima dia lagi.. tahun ke 3 dan 4 keuangan keluarganya kurang bagus, sehingga aku yg selalu support dia kalau di butuh sesuatu aku usahain hingga tahun ke 8.. dan dia gak pernah ngerasa cukup sama apa yg udah dia punya, sampai akhirnya dia berani mengajukan banyak pinjaman online dan apply kredit barang pakai nama aku (krn wkt itu aku kerja). pada saat apply dia janji akan nyicil sendiri biaya nya, namun apa? aku juga yg melunasi hutang2 dia. saat itu aku merasa ‘ah gpp lah dia pacar gue ini, toh dia juga udah izin ke ortu mau serius dan netepin tanggal buat tunangan’.. otak di tutupin sama perasaan jadi gak bs rasional mikirnya, rasanya seluruh hidup aku, aku serahin ke dia. aku bantu dia untuk dapetin pekerjaan (sampai sekarang). tapi lagi lagi dia berselingkuh.. dia berselingkuh dengan teman satu lingkungan kerjanya (dia kerja di fnb) dan lagi lagi dia memilih selingkuhan nya dengan alasan ‘aku pengen refreshing, aku pengen tau kehidupan orang lain selain hidup kamu, aku pasti bakal balik sama kamu’ dan aku.. yaa.. masih percaya dan merasa tidak bs hidup tanpa dia, karena aku sebenernya susah buat dekat sama laki2 lain. dia minta wkt 2 minggu untuk menyelesaikan hubungan dengan selingkuhan nya tsb, tapi belum genap 2 minggu, teoatnya di hari ke 3. Dia memberikan cincin ke selingkuhan nya! selama 8 tahun pacaran aku tidak pernah dapat hadiah cincin atau pun emas dari dia, krn aku tau bagaimana keungan dia. banyak hutang2 yg harus dia selesaikan.

    dan aku menjadi sadar bahwa hubungan aku ini sudah toxic, tidak bs di teruskan.. akhirnya aku minta putus di hari dia memberikan cincin ke perempuan tsb. aku masih berharap dia menolak keputusan aku tsb, tapi nyatanya…. dia fine fine saja dan bilang ‘semoga kamu dapet yg lebih baik dari aku’.. hancur banget hati aku.. aku mencoba ikhlasss.. tapi sulit.. belum selesai.

    sebulan berlalu dari kita putus. debt collector pun mulai datang kerumah ku untuk menagih hutang2 dan pinjaman online. dari 12 debt collector yg datang 4 sudah aku bantu lunasi, sisanya aku gak kuat dan ku hubungi mantan ku itu, dan dia malah ngeblokir aku, aku hubungin orang tuanya dan melaporkan mengenai debt collector ini, orang tuanya, apalagi mama nya hanya bisa menangis dan meminta maaf padaku, dan mantan ku itu tiba2 menghubungi ku dan mencaci maki ku krn aku melaporkan hutang2nya ke orang tuanya.

    sampai hari ini, sudah hampir 7 bulan kita putus, dia tidak bs di hubungi, dan dia kabur dari rumah, orang tuanya pun mencari keberadaan dia. untung lah debt collector itu mengerti krn bukan aku yg menggunakan pinjaman atau kredit2 tersebut.

    kadang bila sudah nyaman, sulit melepaskan meskipun tau jika menyakitkan..

    terima kasih karin, sudah membagi pengalaman nya, dan membuat ku tersadar ternyata aku tidak sendirian merasakan ‘love & attachment’ ini. semoga yg masih di belenggu, segera bisa terlepas dari belenggu tersebut. we deserve to be happy girls.

    maaf panjang banget ceritanya.

    Like

  37. Gue ngerasain itu sekarang, dan parah nya lagi hubungan ini berakhir dengan masalah yang tidak jelas. Gue tanya kenapa bisa gini dia jawab nya nanti juga gue balik lagi. Astaga dikira gue apaan kali😢 sedih banget sekarang gue bimbang banget, depresi, kesepian, kehilangan seseorang yang paling berarti dan berperan dalam hidup gue😭💔🥀

    Like

  38. lagi ngerasain kak, udah bareng bareng lama sama persis sih kaya itu, bergantung banget sampe akhirnya di tinggal bingung harus apa, parahnya abis bilang putus jalan sama cewe lain masih tetep kerumah aku minta tolong buat kerjain tugasnya, 2 bulann cuma bisa ngelamun cari cara biar gak gini terus, nangis curhat ke sahabat ke keluarga juga udah tapi tetep kalo lagi sendiri keinget😭

    Like

  39. Yup gw pernah ngejalanin hubungan kayak gitu. Susah emang buat keluar dari hubungan sakit macam itu. Udh berusaha keluar tp balik lagi, gitu aja terus. Dikata’in kasar kayak “dasar lo perek” sampe keluarga gw dikatain. Dan sampe nyokap gw yg udah ga ada sejak gw umur 6 thn, ga luput dari dikatain sama dia “nyokap lo perek” marah banget gw kalo dia sampe bawa’ keluarga gw. Tp balik lagi dan balik lagi begitu seterusnya sampe bertahan 9 thn. Ok mungkin bego ya sampe bertahan 9 thn. Tp alhamdulillah sekarang gw udh lepas dari dia dari 2017. Sekarang lagi ngebina hubungan serius sama seseorang dan rencana kita menikah thn 2021. Doain ya. Dan semoga org’ yg masih ada didlm hubungan sakit itu, bisa cepat’ lepas dan merasakan kebahagiaan. Kalian berhak bahagia kok. Love 🙂

    Like

  40. Hai ka karin! Aku pengen nanya kak kalo misalnya kita tu suka ama dia tpi dia tu tanggepin kita tu cuek gitu kak tpi kita masih mau ngejar2 dia ka malahan waktu pergantian tahun kemaren ni ka kan ada kemping gt di skolah aku trus aku mau minta foto sama dia kak dan dia nolak aku mentah2 sampe aku nangis ke temen aku kak sampe kakak pembina nya tau😂 semenjak corona ini aku berusaha ilangin pemikiran aku ke dia kak tpi gk bisa kak 🙂 padahal dia udah sedingin itu trus aku coba chat awalnya baik tanggepannya kak lama2 dia ngeread doang kak menurut kakak aku itu love or attachment kak?:)

    Like

  41. Hai ka,aku baru aja putus dari hubungan 3 tahunku.selama pandemi aku ngerasa dia beda,udah jarang bilang kangen,ntah kenapa pada saat itu aku pengen log out ig dia dihp ku dan ternyata pas besok aku masukin lagi akunnya,dia ada akun mutual yang sebenernya second account dia yang ga follow aku dan aku gapernah tau soal akun itu.ternyata pas aku buka dm,dia deket sama kakak koor di organisasinya sampe live bareng.ntah kenapa aku langsung kepikiran buat putus padahal hubungan kami itu baik2 aja dan sangat sensitif sama kata putus.dia minta maaf sama aku dandia bilang dia lagi diposisi bosan pada saat itu karna semua udah dia lakuin,dia main game,nonton dan yang lainnya.tapi karena gabisa keluar rumah jadi dia lakuin itu.dia telfon aku dan dia nangis disitu,dia minta maaf but i think mulai saat itu aku punya trust issue ke dia.tapi dia bilang mau perbaikin semuanya dan dia pengen serius sama aku walaupun kami gaada hubungan lagi (hubungan tanpa status).
    Sampe sekarang kita masi chatan dan jaga hati masingmasing.menurut kaka apa aku tetep jaga hati dan bangun komitmen sama dia or i just,forget him?
    Aku gakuat juga ka untuk menjalani semuanya tanpa dia,so thats why kami masih sama-sama komunikasi,i hope you read this ka:)❤️

    Like

  42. banyak yang melalui perasaan ketergantungan hubungan kaya gini, akupun juga pernah, mengganti logika lebih rasional sulit banget, ucapan kasar yang dilontarkan kaya jablay dan murahan juga pernah aku dapetin dan itu malah bikin diri kita semakin lemah dan ngerasa kaya sampah, beruntung banget bisa bener2 lepas dari hubungan toxic 🙂

    Like

  43. Hi kak.. Aku slalu baca tentang percintaan seperti ini, aku slalu berpikir kalo hubungan aku itu toxic, hubungan aku itu kurang baik. Aku yg slalu direndahkan, dikatain kasar, tapi kadang dia sangat baik hati, dia slalu cemburu dgn hal2 kecil, contohnya ada temen cwo aku atau adik kelas aku yg dm, tapi dia cemburunya berlebihan dan bahkan mengancam kita akan putus. Aku belum paham ini cinta atau bergantung 😦 sesekali aku rasa ini bergantung, benar kata kak karin, mungkin aku yg terbiasa slalu sama dia, pergi berdua, weekend sama dia, jadi aku gak bisa kehilangan dia gitu aja.. Oiya dia ga terlalu ngekang aku jalan sama temen, tapi tiap kali aku izin main bareng temen cwe aku, dia ngambek, jutek, bahkan nethink, dia itu sebenernya kenapa sih kak? Dan dia slalu coment sama pakaian yg aku pake, dari Modelnya, warnanya, sepatunya juga, bahkan aku suka ngerasa cape sama perintah2 dia, kemauan dia yg ingin aku menjadi perfect. aku gak tau perasaan aku sekarang ini seperti apa, aku bingung-_- aku cinta tapi cape.. Aku harus diet dalam waktu sebulan ini, kalo lebaran taun ini aku ga kurusan, kita putus. What do you think? Apa yg harus aku lakukan?

    Like

  44. Hi kak.. Aku slalu baca tentang percintaan seperti ini, aku slalu berpikir kalo hubungan aku itu toxic, hubungan aku itu kurang baik. Aku yg slalu direndahkan, dikatain kasar, tapi kadang dia sangat baik hati, dia slalu cemburu dgn hal2 kecil, contohnya ada temen cwo aku atau adik kelas aku yg dm, tapi dia cemburunya berlebihan dan bahkan mengancam kita akan putus. Aku belum paham ini cinta atau bergantung 😟 sesekali aku rasa ini bergantung, benar kata kak karin, mungkin aku yg terbiasa slalu sama dia, pergi berdua, weekend sama dia, jadi aku gak bisa kehilangan dia gitu aja.. Oiya dia ga terlalu ngekang aku jalan sama temen, tapi tiap kali aku izin main bareng temen cwe aku, dia ngambek, jutek, bahkan nethink, dia itu sebenernya kenapa sih kak? Dan dia slalu coment sama pakaian yg aku pake, dari Modelnya, warnanya, sepatunya juga, bahkan aku suka ngerasa cape sama perintah2 dia, kemauan dia yg ingin aku menjadi perfect. aku gak tau perasaan aku sekarang ini seperti apa, aku bingung 😢 aku cinta tapi cape.. Aku harus diet dalam waktu sebulan ini, kalo lebaran taun ini aku ga kurusan, kita putus 😭. What do you think? Apa yg harus aku lakukan?

    Like

  45. Hi Karin!

    Aku sebenernya lagi dalam masalah kaya gini rin, aku pacaran udah mau jalan 4 tahun. Di tahun pertama, aku ngerasain bener bener yg namanya ‘Love’ semuanya indah, manis, pokonya dia baik banget. Awal permasalahanku di tahun kedua mulai berantem gara2 aku jalan sama cowok lain dan dia tau langsunglah disitu aku di maki2 dia kasar main tangan ga peduli aku nangis atau gimana. Dan semua itu berlanjut kekasaran itu berlanjut sampe sekarang pernah dia kasar bgt sampe ngerobek baju aku eh besoknya ternyata dia beliin aku baju baru lagi dan yap pasti aku maafin dia dan ternyata dia ngulangin entah karna pengaruh alkohol atau gimana aku tampar pake hp, aku di cubit sampe tanganku biru dua duanya rin aku bener2 terpukul bgt dengan sikap dis yg kaya gitu. Entah aku harus gimana selanjutnya, yg pasti dia bakal ngelakuin hal yg sama lagi tapi gimana hati slalu minta bertahan padahal udah jelas kelakuannya kaya gitu. Sampai aku pernah mau nelfon Ayah aku eh dia langsung ngambil hpku. Sedih banget hidup disini sendirian ga ada sodara dan aku cuma punya dia itu yg bikin aku ketergantungan sama dia. Entah harus sampe kapan aku ngerasain hal kasar kaya gini terus.

    Like

  46. Hi Karin. Saat ini aku merasakan apa yang telah kamu rasakan. Aku pernah menyerah dengan hubungan ku dengan nya. Sampai aku mencoba dengan orang lain selama 5 bulan. Namun selama 5 bulan itu aku merasakan sakit hati yang teramat sakit. Aku merindukan diri nya. Aku merindukan kegiatan saat bersama nya. Bahkan aku merindukan kegiatan bersama keluarga nya. Hingga saat nya aku bertemu dengan nya lagi, dan kami kembali bersama. Dan saat kami menjalani hubungan kembali, aku baru tau bahwa selama 3 tahun kita menjalani hubungan, ternyata dia belum sepenuh nya move on dari mantan nya, bahkan aku mengetahui bahwa dia membandingan ku dengan mantan nya. Sakit. Sangat sakit. Pada suatu hari aku bicara serius dengan dia mempertanyakan kemana hati nya saat ini, aku mau menyerah lagi jika dia dan mantan nya masih sama-sama mencintai. Namun dia menjawab kalau mantan nya sudah menutup hati untuk pacar ku. Dan kami kembali menjalani hubungan seperti biasa da melupakan hal itu. Namun pada suatu hari saat aku melakukan sesuatu yang aku 7 teman2 ku anggap sangat sepele. Pacar ku marah dan meminta ku untuk menghapus semua contact mantan ku. Dan kejadian ttg dia yg blm bisa move on selama 3 tahun kamu pacaran itu pun kembali di pikiran ku dan aku merasakan ketidak adilan itu. Hingga dia mengucap kalimat yang membuat hati ku sakit. Aku marah. Lalu dia minta maaf dan dia menghapus contact mantan nya sepihak. Dan memaksa ku untuk delete juga. Padahal aku sudah menjelaskan aku tidak mau karena suatu alasan. Jujur aku lelah dengan sikap nya yang seperti itu. Tapi jika dia membicarakan mantan nya di depan ku, aku selalu membalas nya dengan lelucon. Tapi berbeda dengan dia yang tidak membolehkan ku membicarakan mantan ku. Aku merasa sangat gak adil.

    Like

  47. Makasih banget share blog nya ka karin
    Lewat artikel ini aku baru menyadari, hubungan 1.5 th ini bukan benar2 love adanya. Beberapa bulan LDR membuatku merasa selalu hilang arah disaat tdk ada kabar darinya. Hubungan kita simple, sesimpel anggapan Oh kita pacaran, its oke.

    1.5 th ini aku sangatlah berjuang buat pertahanin, egoku, amarah, semua aku kendalikan. LDR sangat tdk mudah, dia terlalu menyepelekan hubungan ini. Bisa jadi kita kontak by w.a hanya 3 kali dalam satu minggu, pernah telpon itu pun jika sangat penting. Kangen banget rasanya kak, pgn banget punya pasangan yg bisa ada setiap aku punya masalah. Tapi disaat aku menuntut itu dia selalu tdk terima dg alasan “yaudalah untk apa wa ontime kalau ga ada bahasan” aku tau itu mslah sepele, lalu apalagi yg bisa membuat aku bertahan selain dengan kontak setiap hari . Hampit gila aku rasanya. Alasan sibuk stres atau apapun sudah sering bgt aku dengar. Dan yg terakhir aku tau dia DM cewe dan ngaku jomblo, meski belum smpai pacaran tp itu sudah ada niatan untuk selingkuh kak.

    Aku sangatlah berkontribusi dlm menunjang kariernya. Support, dan apapun itu aku lakuin agar dia bisa berubah. Minimal lebih perhatian atau timbal balik kebaikan yg aku terima.
    Yasudahlah, jika memang seseorang mencintaimu, tdk hanya kabar, perhatian dan pengorbananpun akan dia lakuin demi kenyamanan dan masa depan kita.
    aku masih menunggu waktu bosan, jika memang suatu saat aku menemukan yg lebih baik aku harap dia bisa melupakan aku dg cepat.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: